Cara Mengkalibrasi TDS Meter

Cara Mengkalibrasi TDS Meter – Kalibrasi adalah aktivitas untuk menghasilkan kebenaran konvensional nilai penunjukan alat ukur dengan membandingkan terhadap standar ukur ke standar nasional maupun internasional.

cara-mengkalibrasi-tds-meter

TDS meter adalah alat yang biasa digunakan untuk mengukur padatan laruan yang tidak terlihat. Apabila anda ingin beli tds meter yang berkualitas dan terpercaya, anda bisa membelinya secara online dengan mengunjungi website alat ukur indonesia.

Sebelum menggunakan tds meter untuk mengukur padatan larutan atau kepekatan nutrisi harus di kalibrasi terlebih dahulu. Karena apabila tidak di kalibrasi terlebih dahulu sebelum digunakan, maka akan menyebabkan hasil pengukuran tidak valid.

Cara kalibrasi tds meter yaitu:
1.Pada bagian belakang tds meter tidak tersedia sekrup pemutar karena tds meter menggunakan kalibrasi digital.
2.Siapkan larutan, dapat menggunakan NaCl 100 ppm atau 342 ppm.
3.Masukan tds meter kedalam larutan, aduk sampai angkanya stabil.
4.Apabila tds meter menunjukan angka yang tidak sesuai dengan ppm larutan maka tekan tombol TEMP sebentar sampai angka bacaan berkedip.
5.Tekan tombol HOLD atau ON/OF untuk mengatur angka bacaan agar sesuai dengan ppm larutan, standardnya yaitu 1382.
6.Tunggu beberapa saat sampai angka bacaan tidak berkedip lagi dan proses kalibrasi sudah selesai.

Setelah proses kalibrasi selesai, alat ukur tds meter dapat digunakan untuk mengukur. Tidak hanya alat ukur tds meter yang harus di kalibrasi terlebih dahulu sebelum digunakan untuk mengukur tetapi sebagian besar alat ukur harus di kalibrasi terlebih dahulu sebelum digunakan untuk mengukur.

Manfaat kalibrasi yaitu:
1.Menjaga kondisi bahan ukur agar tetap sama dengan spesifikasinya.
2.Mendukung sistem mutu
3.Mengetahui perbedaan ukuran yang benar dengan ukuran hasil alat ukur.

Selain untuk mengukur kepekatan nutrisi pada tanaman hidroponik, tds meter juga digunakan untuk mengukur padatan larutan yang tidak terlihat pada air minum yang sering dikonsumsi.

Apabila saat pemberian larutan nutrisi ke tanaman kurang maupun lebih akan mengakibatkan tanaman mati. Dan apabila air minum yang dikonsumsi lebih dari 100 ppm maka air tidak layak untuk diminum. Air yang baik untuk diminum adalah air murni.

Advertisements